Tiba tiba kepikiran aja buat sms temenkuw pake hapenya, waktu liat inbox opss ada nama aneh kirain mas doy, tapi kok isinya aneh kok janjian kok kok kokkkkkk ahhhhhhhhhhh sialan dah main belakang. Aku bisa terima kalo dia ngomong dulu ke aku siapa tu orang, tapi dia diam dan akhirnya aku tau dari orang lain. Kenapa harus diam.
Finally marah pun ada, emosi yang meledak ledak buat aku nuduh yg gak dilakukan, tapi kalo ada komunikasi yang lancar hal ini gk akan terjadi. Yeah salah emang dirikuw nuduh, siapapun juga bakal marah. Tapi aku dah minta maaf aku dah berusaha minta maaf berusaha untuk jadi air diantara kami, yang notabene kita berdua sama sama keras dan gak mau kalah.
Akhirnya kita baikan lagi, tapiiiiii Why dengan baikan lagi aku merasa anehh, aku seperti orang lain aku bukan lagi orang yang dia percaya orang yang dia datangi ketika dia lagi senang lagi bad day. Like stranger, seminggu 2 minggu aku masih ngalah, bersabar. Tapi dia gak kunjung berubah malah menjadi jadi. Hanya ingin bertemu sebentar saja rasanya sangat sulit, untuk tau dia baik baik saja, untuk tau dia dah makan ato belum, aku harus sms berkali kali sampai harus telepon tapi nyatanyaaaaaaaaaaa hanya dijawab sekali, telpon langsung di matikan, owhhh mahal sekalikah aku harus dapatkan lagi cinta ituw.
Aku datang ke tempatnya, yeah aku ngalah aku harus kesana. Tapi aku harus nunggu 1 jam untuk bisa ketemu dengannya kemana ? dia tidur gpp sabar masih ada btw akhirnya dah normal lagi, aku diajak makan. Emm dikit dikit hapenya bunyi sms masuk sms masuk gak tau berapa sms masuk yg langsung dibalas sama dia, satu tangan untuk makan satu tangan pegang hape, hati kecil tanya’ dia gampang sekali mudah sekali balas sms dari temennya tapi kenapa smsku sangat sedikit dibalas bahkan gk jarang untuk gak membalas sms.
Telpon pun jarang hanya minta waktu satu menit untuk menelpon apakah sulit, apakah harus berlari lari dulu apakah harus melakukan sesuatu yang sulit dulu baru bisa telpon, untuk tau keadaan ku saja dia gak mau, lalu kenapa aku harus bertahan dengan orang yang gak peduli sama aku. Aku pernah Tanya kalo kita satu sip apa bisa kita ketemu, dia bilang iya bisa. Seneng rasanya dia mau ketemu aku, tapi nyatanya kok gak yaaaaaaaaa sama sama sip satu kok sorenya dia malah keluar sama tu orang bener gk berdua tapi sama 2 orang lainnya tapiiiiiiiiiiiii god, aku di rumah nunggu dia datang aku dirumah nunggu dia telpon tapi yang diharapkan malah pergi dengan orang lain.
Aku pm dia minta penjelasan kenapa dia begitu berubah, jauh dari aku gak seperti dulu, lama sekali dia jawab itu, dia lebih memilih untuk melihat filem wew, daripada menjawab pertanyaan aku. Aku jarang ketemu langsung jarang ketemu di chat, kukira dia akan mengerti untuk cepat menjawab ask me, tapi aku harus nunggu 2 jam untuk itu.
Finally dia jawab, tapiiiiii jawabannya kok gini :((, dia bilang bahwa dia merasa gak bebas untuk jadi dirinya sendiri selama jalan sama aku, aku larang yang dia mau, dia bilang aku membatasi ruang geraknya, ya ampunnnnnnnnn sampai merasa seperti itukah orang yang aku sayang, tapi kenapaa baru sekarang bilangnya ketika semua dah berjalan begitu lama, kenapa gak dari dulu :((.
Aku emang bilang gak suka kalo u pakai tindik, kamu gondrong, kamu minum, tapi smua ada alasannya aku lakuin itu semata mata untuk kamu bukan untuk membatasi kamu. Tapi nyatanya kamu terbatasi. Aku masih ingat ketika u cerita ke aku akan semua masa lalu kamu, di mana orang memandang hanya sebelah mata ke kamu, kamu ingin di pandang orang kamu ingin dihargai itu alasanku lakuin smuanya. Bukan kah from nothing to be something kita harus bisa berubah, merubah yang bad habit menjadi yang baik :((.
Okay that’s okay your choice, kalo emang yang u rasain itu gpp lagi. Sekarang kamu dah sukses smua mencari mu semua menghargai kamu semua memujamu, kamu sudah tidak dipandang sebelah mata lagi, kamu dah seperti yang kamu harapkan. Mungkin aku ditakdirkan hanya dampingi u waktu u masih ….. ahhhhhhhhhhhhh